Kepala Dinas Syariat Islam, H. Samsul Rizal, S.Ag. M.AP memimpin Rapat yang diselenggarakan di Aula Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang. Acara yang dihadiri oleh Ketua LPTQ Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tamiang membahas teknis pelaksanaan MTQ Kabupaten Aceh Tamiang ke-VIII yang dalam waktu dekat akan digelar.
Dalam penyampaiannya, Samsul menerangkan kronologis penetapan Seruway sebagai tuan rumah dalam event tersebut karena bertepatan dengan Haflah Al-Qur'an yang diselenggarakan di Seruway dengan menghadirkan para Qari Internasional antara lain H. Darwin Hasibuan, H Siddiq Maulana dan Muhammad Rifqan yang merupakan para Juara 1 pada MTQ Internasional. "Acara ini cocok disandingkan agar kesan Al-Qur'an benar-benar terasa di hati. Acara pembukaan dilaksanakan setelah Shalat Ashar dan malamnya khusus acara Haflah Al-Qur'an", tegas Samsul.
Melalui rapat tersebut juga dibuka sesi diskusi dan usulan yang ditanggapi oleh anggota rapat. Di antara usulan datang dari LPTQ Kecamatan Seruway terkait materi Fahmil Qur'an yang belum diterima oleh masing-masing Kafilah dan Standarisasi Nilai yang menurutnya lebih baik ditiadakan. Mengenai Fahmil Qur'an, LPTQ berjanji akan segera memberi informasi terkait referensi tersebut secepatnya. Demikian pula terkait standarisasi nilai, hal ini juga di"iya"kan oleh sebagian besar anggota rapat serta Dewan Hakim yang akhirnya diputuskan tetap mengadakan Juara 1 kendati tidak memenuhi standar nilai. Walaupun begitu, bakal utusan Kafilah ke MTQ Provinsi nantinya tetap mempertimbangkan standarisasi nilai. Artinya, hanya yang cukup nilai yang akan memperoleh tiket ke MTQ Provonsi Aceh mewakili Kabupaten Aceh Tamiang.
Tanggapan lain berasal dari Kecamatan Kota Kualasimpang yang disuarakan oleh Bahrani yang berharap Penutupan Acara dimohonkan jangan dilaksanakan pada malam hari karena banyak hal yang menurut mereka cukup merepotkan. Terkait hal ini LPTQ menanggapi dengan jawaban akan mempertimbangkan lebih lanjut.
Selebihnya bahrani mengeluhkan terkait pemenuhan kapasitas peserta seluruh Cabang MTQ, "kami kesulitan dana, makanya susah untuk bawa peserta full". Terkait hal ini pihal LPTQ hanya menyampaikan bahwa semoga ke depan acara ini benar-benar difasilitasi secara penuh oleh Pemerintah Kabupaten agar memudahkan semua pihak yang terkait penyelenggaraan MTQ.
Usulan lain disampaikan oleh Farhadi, Ketua LPTQ Kecamatan Tenggulun. Ia memohon agar LPTQ atau Panitia MTQ dapat memfasilitasi Kafilah yang berasal dari Kecamatan yang jauh, menimbang hari pelaksanaan yang direncanakan selama 5 hari besar kemungkinan amat memberatkan bagi kafilah yang jauh khususnya Kafilah Kecamatan Tenggulun. Dalam hal ini LPTQ berupaya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya pihak pengurus Pondok Pesantren Tahfiz Al-Fuad Seruway.
Satu hal istimewa dalam penyelenggaran MTQ kali ini, yaitu akan ditambah 1 (satu) Cabang Khusus yaitu Cabang Pantun Syar'ie sebagaimana diungkapkan oleh H. M. Fajar, MA dengan tema "mensyukuri hari kemerdekaan atau Al-Quran pedoman hidup. Adapun teknis Pelaksanaannya akan disampaikan di pertemuan lanjutan.


