"Semoga menjadi Jariyah!" inilah mungkin kalimat Do'a yang pantas bagi Qur'anic Successor pada MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Tamiang ke-VIII yang baru saja ditutup penyelenggaraannya petang tadi. Tim Pelaksana MTQ berusaha semaksimal mungkin menyulap waktu yang sangat singkat menjadi acara yang istimewa dan kini telah terbukti.
Namun demikian, bukan berarti segalanya berjalan mulus, dijengkali, direndahkan, diremehkan, dimarahi, dibentak dan lain-lain sudah menjadi makanan pokok mereka selama pelaksanaan MTQ tersebut. Namun bagi mereka, semua itu bukanlah menjadi batu sandungan, akan tetapi justru mereka jadikan motivasi sehingga bisa lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas.
Wajah ganteng dan cantik mereka seminggu yang lalu berubah kepucatan karena lelah, lembur dan kurangnya waktu istirahat. Belum lagi kondisi kesehatan yang sudah tentu terpengaruh karena tuntutan tugas yang waktu demi waktu terus padat. Semua itu tidak dihiraukan mereka demi optimalnya penyelenggaraan Pesta Al-Qur'an yang diikuti oleh para pecinta Al-Qur'an se-Bumi Muda Sedia.
MTQ kali ini memang terkesan istimewa, di samping sebagai event akbar keislaman setingkat Kabupaten yang harus dikondisikan dengan sesempurna mungkin di sisi lain waktu persiapan yang sangat singkat membuat mereka berpacu dengan detik. "Ngantuk, tapi gak sanggup tidur kami" ucap salah seorang dari mereka menjelaskan kondisi saat itu.
Semua telah berlalu, kini kepuasan semoga membatin dalam diri mereka dan terukir kembali senyum manis di wajah-wajah mereka. Selesainya pekerjaan mereka dengan terselenggaranya MTQ Tingkat Kabupaten Aceh Tamiang ke-VIII tahun 2024 akan menjadi keberkahan bagi insan-insan yang berkontribusi di dalamnya, terlebih para Tim Lembur-Lembam yang telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam penyuksesan acara tersebut.
Atas nama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Rantau "Mengacungkan Jempol" dan memberikan apresiasi mendalam khususnya kepada Tim Lembur-Lembam atas terlaksananya Musabaqah Tilawatil Qur'an tahun ini. Jerih-payah, lemah-lelah serta air mata yang menetes selama persiapan hingga selesainya acara tersebut semoga menjadi amal terbaik karena akan dipersaksikan oleh para Ahlul-Qur'an nanti di Hari Kemudian.
Terkhusus kepada Taufiq, Dek Nufus, Riza dan kawan-kawannya, juga kepada Pak Kadis, Pak Fauzi, Pak Selamat, Pak Bur, Buk By-ن, Buk Tri, Buk Ning² dll serta semua yang terlibat di dalamnya dapat memulihkan kondisi lelah setelah ini dan doa kami semoga berkah dunia akhirat.
ss