Aceh Tamiang, 30 Juli 2025 – Dalam rangka meningkatkan mutu kaderisasi keislaman sejak usia dini, Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang menyelenggarakan kegiatan bertajuk Seleksi Peningkatan Kapasitas Anak Didik, yang dipusatkan di Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang pada hari Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang guna menyiapkan peserta yang kompeten dan layak menjadi wakil daerah dalam ajang seleksi keislaman di tingkat provinsi maupun nasional.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak panitia pelaksana, program ini dilatarbelakangi oleh minimnya capaian prestasi anak didik Aceh Tamiang pada ajang-ajang keagamaan berskala provinsi. Selama ini, pola pembinaan yang belum berjenjang dan terarah menjadi salah satu penyebab lemahnya kesiapan peserta dalam menghadapi seleksi di tingkat lebih tinggi. Melalui program ini, Dinas Syariat Islam berupaya menghadirkan pola pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan dengan pendekatan seleksi berlapis.
“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, jangan harap bisa kirim anak didik yang benar-benar siap ke ajang provinsi, apalagi nasional,” ujar salah satu narasumber internal yang terlibat dalam penyusunan teknis kegiatan. Ia juga menekankan pentingnya reformasi pola seleksi dengan memberi ruang yang lebih terbuka bagi kecamatan yang memiliki lebih dari satu potensi unggulan.
Sasaran kegiatan ini mencakup seluruh anak didik dari lembaga pendidikan Al-Qur’an nonformal di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, meliputi jenjang TKA, TPQ, dan TQA (setara TK, SD, dan SMP), baik putra maupun putri, yang berasal dari seluruh kecamatan. Setiap kecamatan diberikan kesempatan mengirimkan maksimal dua peserta per cabang pada tahap awal. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi kondisi riil di lapangan, di mana beberapa kecamatan memiliki dua anak didik yang sama-sama potensial, sementara di kecamatan lain justru tidak terdapat calon yang memadai. Dengan demikian, seleksi awal ini menjadi tahap penyaringan luas yang terbuka dan adil, sebagai dasar pembinaan berkelanjutan.
Proses seleksi tidak berhenti pada tahap ini saja. Masih menurut informasi dari koordinator kegiatan, peserta yang lolos dari tahap awal akan mengikuti pembinaan dan penyaringan lanjutan yang akan dijadwalkan secara bertahap. Proses ini akan terus dilakukan secara bertingkat hingga diperoleh peserta terbaik yang dinilai layak menjadi bagian dari inti binaan daerah. Para peserta binaan inilah yang nantinya akan diprioritaskan untuk mewakili Aceh Tamiang dalam ajang seleksi tingkat provinsi.
Meski tidak dikemas dalam bentuk perlombaan dan tidak menyediakan hadiah, kegiatan ini memiliki nilai strategis yang tinggi. Menurut salah satu tokoh pembina dari lembaga pendidikan Qur’an yang ikut memantau jalannya kegiatan, keterlibatan dalam pembinaan ini secara tidak langsung menjadi jalur utama menuju tahapan seleksi provinsi. “Yang dibina, itulah yang kita percayakan jadi wakil. Bukan sekadar soal menang cepat, tapi soal kesiapan jangka panjang,” tegasnya.
Syarat administrasi peserta mencakup keharusan berasal dari wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan sesuai dengan rentang usia serta jenjang yang telah ditetapkan. Usulan peserta dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an yang aktif di kecamatan masing-masing, dengan dukungan teknis dari pihak kecamatan dan pembina lokal. Meskipun kegiatan ini tidak terikat secara formal dengan lembaga eksternal, namun penggeraknya tetap berasal dari jaringan lembaga pendidikan Qur’an akar rumput yang selama ini konsisten mendampingi anak-anak didik di wilayahnya masing-masing.
Program Seleksi Peningkatan Kapasitas Anak Didik ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal menuju pembinaan yang terukur dan berkesinambungan. Selain memperkuat sistem kaderisasi, program ini juga dimaksudkan untuk membangun fondasi prestasi keagamaan yang kuat sejak dini, sehingga Aceh Tamiang dapat mengirimkan wakil-wakil terbaiknya yang tidak hanya unggul dalam bacaan dan hafalan, namun juga memahami nilai-nilai Islam secara mendalam dan siap bersaing di kancah yang lebih luas..

