Karang Baru, 11 Juli 2025 — Festival Anak Shaleh (FASI) yang digelar oleh Dinas Dayah Kabupaten Aceh Tamiang sejak 9 Juli resmi ditutup pada Jumat pagi di pelataran Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang. Mengusung moto Santri Betuah (Santri Berprestasi, Tahu Mengaji, Berakhlakul Karimah), kegiatan ini menjadi ruang penuh inspirasi bagi anak-anak Tamiang yang tumbuh dengan semangat Qur’ani dan jiwa yang bersih.
Tiga cabang lomba yang dipertandingkan—Syarhil Qur’an, Nasyid Islami, dan Praktik Shalat—berlangsung selama tiga hari secara bergiliran. Penampilan para peserta dari 12 kecamatan benar-benar menyajikan kompetisi yang sengit, berkualitas, dan menghibur, tanpa menghilangkan nilai-nilai edukatif dan spiritual.
Pada hari pertama, cabang Syarhil Qur’an berhasil mencuri perhatian. Enam tim tampil sejak siang hingga menjelang Ashar, disusul enam tim lainnya setelahnya. Para juri mengaku kesulitan menentukan tim terbaik karena hampir seluruh peserta menunjukkan peningkatan luar biasa dari sisi retorika, pemahaman ayat, dan penghayatan materi dakwah.
Keesokan harinya, Nasyid Islami menghadirkan suasana meriah dan emosional. Harmoni suara, keberanian tampil, dan kreativitas dalam aransemen sederhana membuat setiap kelompok memiliki ciri khas tersendiri. Beberapa penonton bahkan tak kuasa menahan tepuk tangan saat melihat keberanian anak-anak tampil dengan sepenuh hati.
Kegiatan hari itu ditutup dengan pelaksanaan Praktik Shalat yang berlangsung tertib dan khidmat. Peserta memperagakan gerakan serta bacaan shalat secara lengkap dan tertib, dilengkapi dengan penilaian dari aspek tajwid, bacaan, dan ketepatan gerakan. Di tengah suasana pelataran Islamic Center yang teduh, para peserta tampil tanpa beban, tapi tetap menjaga ketelitian dan kesungguhan.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tamiang dalam sambutannya pada agenda Penutupan (Jum'at, 11/07/2025) menyampaikan rasa bangga terhadap semua peserta dan seluruh pihak yang terlibat. “Ini bukan hanya soal siapa yang juara, tapi soal bagaimana kita menumbuhkan semangat Qur’ani sejak dini. Alhamdulillah, anak-anak kita menunjukkan bahwa mereka mampu, dan kita sebagai orang dewasa harus terus membersamai,” ujarnya dengan penuh haru.
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari BKPRMI Kabupaten Aceh Tamiang, LPTQ kecamatan, serta para guru pengasuh dan orang tua yang setia mengawal anak-anak mereka selama proses persiapan hingga hari pelaksanaan.

