Menuju Modernisasi Program Kerja, LPTQ Rantau Matangkan Rencana Digitalisasi dan Mitra Qurani

Gashp101
By -
0

 

Rantau, 10 Agustus 2025- Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Rantau tengah mematangkan langkah strategis untuk membawa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke arah yang lebih modern, efisien, dan profesional. Di bawah kepemimpinan Ahmad Nabawi, S.HI, sejumlah program disiapkan secara sistematis: pembinaan peserta yang terstruktur, kaderisasi dewan hakim, serta digitalisasi menyeluruh pada proses perhakiman dan pendaftaran.

Menurut Ahmad Nabawi, rencana ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan LPTQ Kecamatan Rantau sebagai pelopor modernisasi MTQ di tingkat lokal. “Modernisasi bukan sekadar adopsi teknologi. Ini tentang memperkuat tata kelola, memperluas pembinaan, dan menjaga agar nilai-nilai Qur’ani tetap menjadi roh setiap kegiatan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa langkah teknis harus berjalan selaras dengan akhlak dan tradisi keagamaan.

Pembinaan Peserta: Fokus pada Mutu dan Regenerasi

Pembinaan peserta menjadi pilar utama rencana kerja LPTQ. Program yang digodok meliputi pelatihan berjenjang di tingkat desa, keterlibatan pelatih bersertifikat, serta simulasi MTQ berkala yang dirancang untuk membangun kesiapan mental dan teknik. Evaluasi terstruktur akan dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan tilawah, hafalan, dan pemahaman tajwid setiap peserta.

“Target kami bukan sekadar mengejar prestasi di panggung lomba, melainkan mencetak qari dan qariah yang berkualitas, memiliki integritas, dan mampu menjadi teladan di masyarakat,” kata Ahmad. Pendekatan pembinaan yang berkesinambungan diharapkan menuntun peserta dari jenjang lokal hingga provinsi tanpa kehilangan kualitas.

Kaderisasi Dewan Hakim: Menyiapkan Regenerasi Perhakiman

Kualitas penilaian menjadi perhatian serius. LPTQ merancang program kaderisasi dewan hakim yang mencakup pendampingan oleh hakim senior, workshop standar penjurian, dan sertifikasi resmi. Langkah ini bertujuan membangun kesinambungan kapabilitas hakim sehingga penilaian MTQ tetap objektif, terukur, dan sesuai kaidah.

Baca juga: Aceh Tamiang: Hari Ini Dinas Syariat Islam Selenggarakan Seleksi PKAD

Dengan adanya program ini, LPTQ berharap muncul generasi hakim yang profesional dan berintegritas, mampu menjawab tuntutan kompetisi yang semakin berkembang.

Digitalisasi Sistem Perhakiman dan Pendaftaran

Salah satu terobosan inti adalah penerapan sistem digital untuk penilaian dan pendaftaran. Dewan hakim nantinya akan memasukkan skor melalui aplikasi khusus yang terintegrasi dengan server pusat LPTQ, menggantikan sistem pencatatan manual yang rawan human error. Pendaftaran peserta akan dialihkan ke e-formulir online yang dikelola oleh admin atau koordinator lapangan di setiap desa, sehingga data tersimpan terpusat, aman, dan mudah diverifikasi.

“Dengan sistem ini, proses verifikasi jadi lebih cepat, rekapitulasi hasil lebih akurat, dan transparansi semakin terjaga,” ujar Ahmad. Implementasi teknologi juga membuka ruang bagi analisis data prestasi untuk perencanaan pembinaan yang lebih tepat sasaran.

MTQ Mitra Qurani: Kolaborasi Berkala

Untuk menjaga kontinuitas kegiatan Qur’ani, LPTQ Rantau merencanakan MTQ Mitra Qurani — kompetisi berkala yang dapat diselenggarakan triwulanan atau caturwulanan sesuai kesepakatan mitra. Konsep kolaboratif ini mendistribusikan tanggung jawab penyelenggaraan kepada berbagai pihak sehingga cabang-cabang lomba tidak menjadi beban tunggal LPTQ.

Model ini memungkinkan lebih banyak kesempatan bagi peserta untuk tampil sekaligus memberi ruang bagi hakim dan pelatih meningkatkan jam terbang. Dengan demikian, pembinaan dan kompetisi dapat berjalan sepanjang tahun tanpa mengorbankan kualitas.

Apresiasi dan Sinergi Pemerintah Kecamatan

Rencana modernisasi LPTQ mendapat sambutan positif dari pemerintah kecamatan. Camat Rantau menyambut hangat inisiatif tersebut dan menilai bahwa keberadaan sistem informasi serta penjurian digital akan menjadi lompatan penting dalam tata kelola MTQ. “Inovasi ini bukan hanya urusan teknis, tapi juga langkah strategis untuk memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme penyelenggaraan keagamaan,” ungkapnya, memberi dukungan penuh.

Visi Jangka Panjang

Ahmad Nabawi menegaskan bahwa digitalisasi dan MTQ Mitra Qurani hanyalah awal. Rencana jangka panjang mencakup pembentukan database peserta dan hakim yang terintegrasi dan aman, sistem monitoring prestasi dari tingkat desa hingga provinsi, serta program pelatihan digital bagi panitia dan hakim. Semua langkah tersebut ditujukan agar LPTQ Rantau tidak hanya mengikuti zaman, tetapi juga menjaga martabat syiar Qur’ani.

Upaya pembenahan ini mendapat dukungan luas dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pelatih. Sinergi tersebut diharapkan menjadi modal kuat untuk mewujudkan LPTQ Kecamatan Rantau sebagai pusat pembinaan Qur’ani yang profesional, adaptif, dan penuh berkah. “Mari kita kelola tradisi dengan kecanggihan, sehingga manfaatnya menyentuh lebih banyak orang,” tutup Ahmad Nabawi optimistis.


Kata kunci: LPTQ Kecamatan Rantau; MTQ Digital; Digitalisasi MTQ; MTQ Mitra Qurani; Pendaftaran MTQ Online; e-Formulir; Dewan Hakim Digital; Pembinaan Qari Rantau.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default
Pengunjung: 0