Aceh Tamiang, 9 Juli 2025 — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Pendidikan Dayah menyelenggarakan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat kabupaten sebagai ajang pembinaan sekaligus wadah menyalurkan potensi anak-anak dalam bidang keagamaan. Acara ini secara resmi dimulai hari ini, Rabu (9/7), dan diikuti oleh peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Hari pertama pelaksanaan difokuskan pada cabang Syarhil Qur’an, yakni sebuah perlombaan yang menggabungkan pembacaan ayat Al-Qur’an, terjemahan, dan penyampaian pesan keislaman secara retoris. Peserta yang tampil merupakan anak-anak terbaik yang telah diseleksi dari masing-masing kecamatan, dengan harapan dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung kabupaten.
Adapun cabang Nasyid Islami dan Praktek Shalat dijadwalkan akan berlangsung pada hari Kamis (10/7). Ketiga cabang lomba ini dipilih sebagai fokus utama pelaksanaan FASI tahun ini dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan kebutuhan pembinaan karakter islami sejak usia dini. Menurut panitia pelaksana, meskipun jumlah cabang yang dilombakan masih terbatas, namun antusiasme peserta dan pendamping tetap tinggi dan menggembirakan.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang, dalam sambutannya saat pembukaan, menyatakan bahwa pelaksanaan FASI ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar tumbuh sebagai anak-anak yang cerdas, shaleh, dan berakhlak mulia. “Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan ruang tumbuh yang insyaAllah akan membentuk karakter anak-anak kita menjadi generasi Qurani yang cinta agama dan bangsa,” ujarnya.
Pelaksanaan FASI Kabupaten Aceh Tamiang ini juga mendapat dukungan dari BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kabupaten Aceh Tamiang. Ketua BKPRMI menyebutkan bahwa peran remaja masjid sangat penting dalam menyemai semangat keagamaan anak-anak sejak dini, dan kegiatan seperti ini menjadi media yang sangat tepat untuk mendukung proses tersebut.
Selain itu, LPTQ Kecamatan Rantau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ketua LPTQ Rantau menyebut bahwa festival ini menjadi ruang ekspresi positif bagi anak-anak. “Kami senang kegiatan seperti ini dilaksanakan. Selain mempererat ukhuwah antarkecamatan, ini juga menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan terhadap anak-anak masih terus menjadi perhatian di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Meskipun tahun ini FASI tingkat kabupaten hanya menggelar tiga cabang lomba, namun makna dan semangat yang dibawa tetap besar. Kegiatan ini dianggap cukup efektif untuk mendorong tumbuhnya minat dan bakat anak-anak dalam bidang keagamaan. “Lumayanlah, meskipun sederhana, tapi dari sinilah anak-anak mulai tertarik belajar Syarhil, Nasyid, bahkan shalat dengan benar. Mereka bisa tampil percaya diri dan mulai mencintai kegiatan-kegiatan Islami,” ungkap salah seorang guru pendamping dari Kecamatan Seruway.
Diharapkan, FASI ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang lebih besar dan menyentuh lebih banyak potensi anak-anak di seluruh Aceh Tamiang. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin kabupaten ini akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki semangat dakwah dan cinta Islam sejak dini.

