Karang Baru, 9 Juli 2025 — Kecamatan Rantau menunjukkan eksistensinya dalam penguatan syiar Islam melalui generasi muda, dengan berpartisipasi aktif dalam ajang Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah peserta cabang Syarhil Qur’an, yang tampil penuh percaya diri dan menggugah hati.
Tim ini diisi oleh tiga santriwati dari Pesantren Awqaf Binaul Ummah (ABU) yang berlokasi di Kampung Suka Mulia, Kecamatan Rantau. Mereka adalah Ratu Balqis sebagai qariah dan Az Zura sebagai saritilawah, keduanya berasal dari Kampung Suka Mulia, serta Hafizhah, pensyarah yang berasal dari Bukit Tempurung, Kota Kualasimpang.
Ketiganya tampil sebagai wakil resmi dari Kecamatan Rantau dalam cabang Syarhil Qur’an, dengan membawakan tema dan pesan keislaman yang menyentuh, dikemas secara apik dalam bentuk kolaborasi bacaan Al-Qur’an, terjemahan, dan uraian dakwah. Qariah membuka penampilan dengan lantunan ayat suci yang khusyuk, disusul oleh saritilawah yang menyampaikan terjemahan secara fasih dan jelas. Puncaknya, pensyarah menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai Qur’ani dengan gaya retorika yang tegas namun sejuk, membangkitkan semangat hadirin akan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Meskipun belum diumumkan hasil perlombaan, penampilan mereka mendapat respons positif dari para penonton dan pengamat. Tim Rantau dinilai mampu mempertahankan kekompakan, kejelasan isi, dan penjiwaan dalam menyampaikan pesan. Hal ini menunjukkan proses pembinaan yang terstruktur dan serius, baik di lingkungan pesantren maupun dalam bimbingan persiapan jelang kompetisi.
Pesantren Awqaf Binaul Ummah (ABU) yang menjadi basis pembinaan mereka merupakan lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Rantau yang terus berkembang dalam mencetak generasi muda berakhlak dan berdaya saing Qur’ani. Keikutsertaan tiga santriwati ini menjadi bukti bahwa proses kaderisasi di tingkat kecamatan mampu melahirkan peserta yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang dalam penguasaan materi dan adab tampil di depan publik.
Festival Anak Shaleh yang digagas oleh Dinas Pendidikan Dayah ini menjadi ajang seleksi sekaligus silaturahmi antar-anak shaleh dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang. Berbagai cabang lomba diselenggarakan secara bergelombang selama beberapa hari, di antaranya Syarhil Qur’an, Nasyid Islami, dan Praktik Shalat. Berdasarkan informasi panitia, cabang Nasyid dan Praktik Shalat akan dilaksanakan pada hari berikutnya, sementara Syarhil Qur’an berlangsung hari ini dengan penampilan dari sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Rantau.
Kafilah Kecamatan Rantau sendiri mengirimkan peserta untuk sejumlah cabang, sebagai bentuk komitmen terhadap pembinaan generasi Qur’ani. Meskipun FASI ini bukan bagian dari agenda LPTQ secara langsung, partisipasi Kecamatan Rantau dalam kegiatan ini tetap menjadi bagian dari dukungan terhadap syiar Islam, khususnya di bidang pembinaan anak-anak dan remaja dalam lingkungan keislaman yang sehat dan produktif.
Kehadiran mereka menjadi representasi semangat dakwah yang terus tumbuh di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang dibina secara konsisten oleh lembaga pendidikan Islam nonformal seperti pesantren dan dayah.
Ajang ini bukan hanya menjadi perlombaan semata, tetapi juga sarana aktualisasi diri, dakwah, dan pembuktian bahwa anak-anak Aceh Tamiang, termasuk dari Kecamatan Rantau, mampu menjadi pelopor kebangkitan moral dan spiritual di masa kini dan masa depan.

