Karang Baru, 9 Juli 2025 — Setelah sukses melangsungkan cabang Syarhil Qur’an pada hari pertama Festival Anak Shaleh (FASI) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini kegiatan berlanjut dengan pelaksanaan Lomba Shalat Subuh. Seperti halnya cabang-cabang lomba sebelumnya, perlombaan ini juga diikuti oleh peserta putra dan putri dari 12 kecamatan yang menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam memperagakan ibadah shalat Subuh secara utuh dan sesuai tuntunan.
Lomba dimulai sejak pagi hari di pelataran Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi pusat pelaksanaan FASI tahun ini. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh nuansa islami. Para peserta tampil satu per satu memperagakan tata cara shalat Subuh secara lengkap, dimulai dari takbiratul ihram hingga salam, dilengkapi dengan bacaan surah dan doa yang sesuai dengan tuntunan.
Penilaian lomba dipercayakan kepada tiga dewan juri yang berkompeten, yaitu Ustaz Zakaria Abu Bakar, M.H., Ustaz Asra, S.H., dan Ustaz Zainuri, S.Pd.I. Ketiganya dikenal luas sebagai tokoh yang aktif dalam pembinaan ibadah dan pendidikan dayah di Aceh Tamiang. Dalam lomba ini, mereka menilai peserta berdasarkan sejumlah aspek penting seperti ketepatan gerakan, kefasihan bacaan, kekhusyukan dalam ibadah, serta pemahaman dasar-dasar fiqh shalat. Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional, demi menjaga kualitas serta keadilan antar peserta.
Lomba Shalat Subuh menjadi salah satu cabang yang istimewa karena menggabungkan aspek teori dan praktik dalam satu penampilan. Para peserta tidak hanya dituntut untuk hafal bacaan dan memahami hukum-hukum shalat, tetapi juga memperagakan langsung tata cara shalat sesuai syariat. Hal ini menjadikan lomba ini sebagai sarana pembinaan ibadah yang sangat relevan bagi anak-anak usia dini dan remaja.
Sejumlah pendamping dan official dari kecamatan tampak antusias mengikuti jalannya perlombaan. Mereka menyambut baik adanya cabang ini karena dinilai efektif dalam menanamkan kebiasaan shalat yang benar, tertib, dan penuh kekhusyukan sejak usia dini. "Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari pembiasaan ibadah. Anak-anak yang ikut insyaAllah akan terbiasa memperhatikan adab dan rukun shalat dengan lebih serius," ujar salah satu pendamping dari Kecamatan Sekerak.
Untuk menjaga ketertiban dan ketenangan selama pelaksanaan, peserta putra dan putri dibagi dalam sesi terpisah. Hal ini juga memberikan ruang bagi dewan juri untuk menilai setiap penampilan secara lebih detail dan menyeluruh. Meski tampil di bawah sorotan penonton dan juri, para peserta menunjukkan kesiapan dan keberanian yang patut diapresiasi.
Kegiatan ini bukan semata-mata ajang untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu, merupakan bagian dari pembinaan generasi Qurani yang berkarakter dan taat ibadah. Dalam pelaksanaan FASI 2025 ini, semangat itu diwujudkan dalam berbagai cabang lomba seperti tilawah, tahfiz, ceramah, kaligrafi, adzan, syarhil Qur’an, serta shalat Subuh—semuanya diarahkan untuk membentuk pribadi muslim yang seimbang antara ilmu dan amal.
Dengan berakhirnya cabang lomba ini, panitia berharap agar para peserta tetap menjaga semangat ibadah yang telah diasah selama persiapan lomba. Lomba boleh usai, tapi semangat shalat Subuh yang khusyuk dan tertib harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui kegiatan ini, akan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas dan percaya diri, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat dan kokoh.


