Di Balik Suara Pelan, Ada Tekad Hebat; Belasan Bocil ikuti Pembinaan Tartil DSI Aceh Tamiang

Gashp101
By -
0

Medang Ara, 12 Juli 2025 — Wajah-wajah mungil itu tampak tekun, duduk bersila di serambi Masjid Nurut Taqwa, Kampung Medang Ara. Meski suara mereka masih pelan dan belum lantang, semangat dalam dada kecil mereka tidak bisa dipandang remeh. Mereka adalah peserta cabang Tartil MTQ dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang yang tengah mengikuti pembinaan khusus yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari Program Pembinaan Qari dan Qariah se-Kabupaten Aceh Tamiang yang dilaksanakan serentak di tiga zona pada Sabtu, 12 Juli 2025. Zona Medang Ara menjadi lokasi khusus bagi cabang Tartil, yang diisi oleh peserta usia dini yang dipersiapkan untuk MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.

Pembinaan Serius Sejak Dini

Pembinaan ini difokuskan pada penguatan dasar-dasar tartil: bacaan yang perlahan, tertib, dan sesuai kaidah tajwid. Ustadz Yusnan, S.Pd., ditunjuk sebagai pelatih utama. Sosoknya dikenal sabar dan tekun membimbing para peserta satu per satu dengan metode yang sederhana namun efektif.

“Mereka memang masih kecil, tapi justru ini masa terbaik untuk menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an,” ujar Ustadz Yusnan. “Kalau fondasi tartilnya sudah kuat, mereka akan lebih siap melangkah ke jenjang tilawah atau tahfiz kelak.”

Anak-anak yang hadir berasal dari berbagai kecamatan dan ditentukan berdasarkan pendataan LPTQ kecamatan masing-masing. Dalam kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga dilatih adab membaca dan semangat berlatih secara istiqamah.

Program Regenerasi Jangka Panjang

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas persiapan MTQ, tetapi merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang Dinas Syariat Islam. Kepala Seksi Bina Syariat Islam, Ibu Bainun, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi Qur’ani sejak usia dini.

“Kita berharap dari sinilah lahir duta-duta MTQ yang tidak hanya piawai di panggung, tetapi juga memiliki akhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dalam sesi pengarahan.

Antusias dan Dukungan Masyarakat

Meskipun sebagian peserta masih baru dalam dunia MTQ, antusiasme mereka sangat tinggi. Orang tua peserta pun terlihat hadir dan turut menyemangati dari kejauhan. Suasana pembinaan berlangsung khidmat, penuh canda tawa ringan khas anak-anak, namun tetap dalam koridor keseriusan.

Program ini mendapat sambutan hangat dari LPTQ kecamatan. Mereka berharap agar pembinaan seperti ini dapat diadakan secara rutin dan menjadi program tetap dengan dukungan anggaran yang memadai.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar salah satu pengurus LPTQ. “Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membina generasi Qur’ani secara terstruktur dan terarah.”

Pembinaan cabang tartil ini ditutup dengan sesi tanya jawab ringan, evaluasi bacaan, serta motivasi dari pelatih agar peserta tetap semangat berlatih di rumah. Harapannya, meski suara mereka masih pelan hari ini, kelak mereka akan menggemakan ayat-ayat Allah dengan lantang di pentas-pentas terbaik negeri ini.

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default
Pengunjung: 0